Komisi IV DPRD Pekanbaru Panggil Manajemen RSIA Andini Bahas Limbah B3 & IPAL
RDP - Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Menggelar Rapat Dengar Pendpat (RDP) Bersama Diskes, DLHK dan Manajemen RSIA Andini Terkait Limbah B3 dan IPAL I Ist
Jalurkota.com, Pekanbaru - Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, memanggil manajemen Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Andini terkait dugaan pencemaran limbah B3 serta buruknya sarana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berdasarkan laporan masyarakat, dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin (05/04/2021).
RDP dipimpin oleh Ali Suseno dihadiri oleh Ketua Komisi IV Sigit Yuwono dan anggota Komisi IV lainnya, Roni Pasla, Nurul Ihsan, Zulfahmi, Masni Ernawaty, Ruslan Tarigan dan Robin Eduar.
Selain itu, hadir Sekretaris Diskes Pekanbaru, jajaran DLHK Pekanbaru, jajaran DPM-PTSP serta Direktur RSIA Andini dan jajarannya.
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Masni Ernawaty, dalam rapat itu menyorot kondisi IPAL dan limbah B3 rumah sakit yang mengganggu warga sekitar, sebagaimana laporan yang masuk kepada pihaknya.
Dimana kata Masni, air limbah rumah sakit langsung dibuang begitu saja ke drainase warga sehingga menimbulkan aroma tidak sedap dan bau busuk.
"Permasalahan IPAL di RSIA Andini menjadi sorotan kita karena telah beroperasi sejak tahun 2009 lalu. Dari data yang kita miliki, ternyata izin IPAL rumah sakit pernah ditolak oleh Dinas Kesehatan dan DLHK Pekanbaru karena ada sejumlah persyaratan yang tidak dilengkapi," kata Masni dalam rapat itu.
Terhadap hal ini, dia merekomendasikan kepada instansi, jika kepengurusan IPAL tidak dibenahi, pihaknya mendesak agar diberi sanksi tegas.
"Kita rekomendasikan untuk dicabut izin operasionalnya, ya ini tentunya dengan sejumlah pertimbangan," cetus Masni.
Sekretaris Dinas Kesehatan Pekanbaru, Zaini Rizaldy membenarkan, jika RSIA Andini tidak memiliki izin IPAL dan B3 dan hanya memiliki izin operasional saja.
"RSIA Andini memang telah mengajukan beberapa kali pengurusan izin IPAL namun ditolak karena ada sejumlah persyaratan yang tidak dipenuhi. Kita sudah minta kepada mereka untuk diperbaiki,” beber Zaini
Direktur RSIA Andini, dr Retno Putri, dalam rapat itu mengungkapkan, pihaknya selalu rutin melakukan koordinasi dan konsultasi bersama DLHK Pekanbaru. Hanya saja, dibutuhkan sedikit pembenahan agar limbah B3 dan IPAL yang dihasilkan rumah sakit bisa ramah lingkungan.
“Kami berkomitmen, untuk pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar. Jika dalam pertemuan tadi masih ada yang kurang, maka akan kami benahi dan konsultasikan dengan DLHK dan Diskes Pekanbaru," ucap Retno.
Dia mengaku, sudah mengikuti proses pengolahan limbah sesuai dengan prosedurnya. Namun, ada satu bak pembunganan air limbah yang memang kurang maksimal. "Ini karena rusak dan tertutup, akan segera kita konsultasikan dan dibenahi," ulasnya.

Komentar Via Facebook :